Literasi adalah pintu masuk keadilan pengetahuan.

Literacy Advancement merupakan kompetensi saya dalam memperkuat kemampuan literasi sebagai fondasi pembelajaran sepanjang hayat. Literasi dipahami secara luas, mencakup kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis, dan memahami informasi dalam konteks akademik maupun kehidupan sehari-hari.

Yang membedakan pendekatan ini adalah orientasinya pada literasi fungsional dan kontekstual. Penguatan literasi tidak diposisikan sebagai kegiatan tambahan, tetapi sebagai bagian integral dari proses belajar di semua jenjang pendidikan, disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya peserta didik.

Kompetensi ini menjadi penting karena rendahnya literasi merupakan salah satu akar ketimpangan pendidikan. Penguatan literasi memungkinkan peserta didik, guru, dan mahasiswa memiliki akses yang lebih adil terhadap pengetahuan dan peluang pengembangan diri.