Mahasiswa membutuhkan arah, bukan sekadar tuntutan akademik.

Academic Mentorship merepresentasikan kompetensi saya dalam mendampingi mahasiswa sebagai pembelajar dewasa yang sedang membangun identitas akademik dan profesional. Pendampingan difokuskan pada penguatan kemampuan berpikir kritis, literasi akademik, dan kesadaran etis dalam proses belajar dan riset.

Yang membedakan pendekatan ini adalah penekanan pada relasi mentoring yang dialogis. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memenuhi standar akademik, tetapi dibantu memahami makna pengetahuan, tanggung jawab keilmuan, dan relevansi studi dengan realitas sosial.

Kompetensi ini penting karena pendidikan tinggi berperan strategis dalam membentuk pemimpin dan intelektual masa depan. Academic Mentorship memastikan bahwa proses pendidikan tinggi tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi menghasilkan lulusan yang reflektif dan bertanggung jawab secara sosial.