Merayakan Kreativitas di Era Literasi Digital

17 November 2022

(Catatan dari Program Inspirasi Indonesia – TVRI Nasional)

Pada 17 November 2022, saya mendapat kehormatan dan kesempatan berharga untuk tampil dan berbagi cerita tentang geliat kerja saya di bidang literasi digital melalui program Inspirasi Indonesia yang ditayangkan oleh TVRI Nasional. Kesempatan ini bukan sekadar ruang tampil di layar kaca, melainkan sebuah pengakuan atas kerja sunyi yang selama ini dijalani bersama para guru, siswa, dan pegiat pendidikan di berbagai ruang belajar.

Saya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada TVRI atas kepercayaan yang diberikan, serta atas pilihan menjadikan saya sebagai salah satu sosok inspiratif Indonesia. Bagi saya, ini adalah sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab moral untuk terus setia pada jalan pengabdian di dunia pendidikan dan literasi.

Menjadi inspirasi bukan berarti telah sampai pada puncak. Justru sebaliknya, ia adalah pengingat bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil dalam dunia pendidikan memiliki dampak yang jauh melampaui diri kita sendiri. Terutama bagi para guru di seluruh Indonesia, yang setiap hari berjuang di ruang kelas, di balik keterbatasan fasilitas dan tantangan zaman yang terus berubah.

Saya meyakini bahwa kreativitas dan inovasi bukan semata-mata sebuah pilihan, melainkan cara kita merayakan kehidupan. Di era digital ini, dunia tidak hanya membutuhkan segelintir orang pintar, tetapi membutuhkan lebih banyak pribadi yang berani berpikir berbeda, kreatif, dan inovatif—pribadi-pribadi yang sanggup menerjemahkan teknologi menjadi berkat bagi sesama.

Literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat atau aplikasi, tetapi sebuah kesadaran kritis untuk membaca dunia, mengolah informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab. Di tangan para guru, literasi digital dapat menjadi jembatan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga matang secara etis dan manusiawi.

Kesempatan berbagi melalui TVRI Nasional ini saya maknai sebagai ajakan bersama: bahwa pendidikan Indonesia hanya akan bergerak maju jika kreativitas dirawat, inovasi diberi ruang, dan teknologi ditempatkan sebagai sarana untuk memanusiakan manusia. Di sanalah literasi menemukan maknanya yang paling dalam—sebagai cahaya kecil yang menuntun bangsa ini menuju masa depan yang lebih bermartabat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *