Rasul Teknologi di Tanah Sumba – Catatan Profesionalisme

6–8 April 2022

Waktu adalah nyanyian hari yang mengingatkan kita akan kehidupan. Apa pun yang terjadi, hidup adalah anugerah yang patut selalu disyukuri. Kesadaran itulah yang saya bawa saat berkesempatan membawakan materi pembinaan kompetensi teknis pembelajaran digital bagi guru Pendidikan Agama Katolik se-daratan Sumba, yang berlangsung dari Rabu, 6 April 2022 hingga Jumat, 8 April 2022 di Tambolaka. Kegiatan ini difasilitasi oleh Kementerian Agama Provinsi NTT, dan menjadi momentum penting bagi saya untuk menegaskan peran strategis guru dalam transformasi pendidikan.

Selama tiga hari pendampingan, saya melihat langsung bagaimana guru-guru di Sumba bekerja dengan ketekunan dan dedikasi tinggi, meskipun dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan sumber daya. Melalui pelatihan ini, saya menekankan bahwa guru adalah rasul teknologi. Mereka memiliki peran unik: memanfaatkan teknologi tidak hanya untuk transfer pengetahuan, tetapi untuk membawa berkat, inspirasi, dan penguatan karakter bagi peserta didik. Dengan cara mereka sendiri, setiap guru mampu menghadirkan inovasi dalam pembelajaran, membuat materi lebih hidup, relevan, dan mendekatkan peserta didik pada pemahaman nilai-nilai moral, religius, dan sosial.

Kegiatan ini juga mengingatkan saya bahwa teknologi hanyalah alat; yang paling penting adalah bagaimana guru menggunakan alat tersebut untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas: membentuk karakter, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan menyalakan semangat belajar pada setiap anak. Setiap guru yang saya dampingi menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan bukan sekadar soal metode atau perangkat, tetapi soal hati, keteladanan, dan komitmen untuk melayani peserta didik dengan sepenuh jiwa.

Melalui pelatihan ini, saya kembali diyakinkan bahwa peran guru sangat menentukan masa depan bangsa. Di tangan mereka, masa depan Sumba dan Tanah Humba digenggam, dan setiap tindakan, inovasi, atau pengabdian yang mereka lakukan menjadi bagian dari karya keselamatan yang lebih besar. Tugas ini adalah panggilan mulia, bukan sekadar profesi, dan merupakan bukti nyata bahwa pendidikan adalah sarana untuk menyalurkan berkat dan harapan kepada generasi berikutnya.

Oleh karena itu, pesan saya sederhana namun mendalam: teruslah berjuang, para guru. Teruslah menjadi rasul teknologi, teruslah menyalakan harapan, karena melalui kalian, masa depan bangsa dan tanah tempat kita berpijak menjadi lebih terang dan penuh makna.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *