Nalar, Ruang Kelas & Ekspresi Diri

November 2021

Pada bulan November 2021, selain mendampingi siswa-siswi terbaik SMK Kusuma Atambua, saya juga berkesempatan mendampingi peserta didik di STM Nenuk Atambua. Pendampingan ini berlangsung dalam kerangka yang serupa, yakni penguatan kemampuan berpikir logis dan sistematis sebagai fondasi utama dalam keterampilan menulis.

Kegiatan pendampingan di STM Nenuk Atambua dirancang untuk membantu peserta didik memahami bahwa menulis bukan sekadar aktivitas bahasa, melainkan proses bernalar. Peserta didik diajak untuk mengenali struktur berpikir yang baik: mulai dari merumuskan masalah, menyusun gagasan utama, mengembangkan argumen, hingga menyimpulkan pemikiran secara runtut dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam proses pendampingan, latihan-latihan menulis selalu diawali dengan diskusi dan refleksi. Peserta didik diajak berpikir secara kritis terhadap pengalaman dan realitas di sekitar mereka, kemudian mengolahnya menjadi gagasan tertulis. Pendekatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa tulisan yang bermakna lahir dari kemampuan memahami realitas secara jernih dan menyusunnya secara logis.

Pengalaman mendampingi peserta didik STM Nenuk Atambua semakin menegaskan pentingnya pendidikan nalar di sekolah kejuruan. Di tengah tuntutan keterampilan teknis dan vokasional, kemampuan berpikir logis dan sistematis tetap menjadi kompetensi kunci agar peserta didik mampu mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan berkomunikasi secara efektif di dunia kerja maupun kehidupan sosial.

Bagi saya, pendampingan ini merupakan praktik pendidikan yang menegaskan bahwa penguatan logika berpikir harus menjangkau semua konteks pendidikan, termasuk pendidikan vokasional. Ketika peserta didik mampu berpikir secara runtut dan menuliskannya dengan sadar, mereka sedang dipersiapkan bukan hanya sebagai tenaga terampil, tetapi sebagai manusia yang berpikir, reflektif, dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *